26/09/2011

Kenapa Wanita Islam Perlu Bertudung...


satu topik yang terus terpesong dari kebiasaan yang aku selalu post :).... kenapa wanita muslim perlu bertudung atau orang putih cakap why Muslim women must cover up themselves in Hijab ? sudah tentu lah ia membawa banyak kebaikan, kalau tak, takkan lah Allah perintahkan... Allah maha mengetahui dan Maha bijak sana...

kenapa ?

1. Sebab utama mestilah kerana perintah Allah... dan hukunnya adalah wajib(bukan makruh, bukan harus, bukan haram) bila sebut wajib tu, berdosa kalau tak buat.

2. Wanita yang bertunung nampak lebih cantik, ayu dan sopan... nampak lebih lembut keperibaidan dirinya sesuai dengan muslimah sejati. memang manis dan cantiknya wanita yang menjaga auratnya

3. Sebab dia sayangkan ayahnya, wanita yang belum berkawin dan menjadi tanggung jawab ayahnya ... susah tentulah ayahnya turut akan dipersoalkan oleh Allah kelak sebab membiarkan anaknya Tak bertudung..

4. Sebab dia sayangkan suaminya , wanita yang dah berkawin menjadi tanggungjawab suaminya dan suaminya turut akan di soal sebab membiarkan Isterinya tak bertudung. sesungguhnya , seksaan Allah itu amatlah pedih.

5. Sebab dia cintakan Agamanya, Cinta itu telah pun dia buktikan dengan menturuti syariat yang di anjurkan agama.

6. Sebab benda yang cantik-cantik kan selalu kita tutup, kalau tak, nanti terganggu dengan anasir-anasir yang tak elok dari luar apa bila terdedah...

7. Supaya nanti akan di lehat oleh lelaki-lelaki yang soleh saja hendaknya, yang juga seorang yang cintakan kesempurnaan dalam islam.

8. Supaya dia terpelihara dari sang buaya darat yang hanya melihat wanita dari mata nafsu semata-mata.

9. Yang laki-laki mcm mana pulak yer...? begitu jugalah hendaknya.. pelihara Aurat. lelaki juga ada seorang Ayah... dan kena juga sayangkan ayah dan ibu....

pesanan dan nasihat yang tak seberapa ni di tujukan khas kepada diri ana sendiri dan juga semua muslimin dan muslimah... semoga kehidupan kita sentiasa di berkati oleh Allah s.w.t

20/09/2011

Dimanakah Kebahagiaan


1. Di dalam suasana pagi yang sunyi ini, apa kata kalau kita berhenti sejenak memikirkan tugasan untuk esok… rehatkan minda kita seketika daripada memikirkan hal dunia wi… jom kita sama-sama renungkan dan muhasabah diri, adakah tugasan untuk diri kita yang di perintah Allah sudah kita sempurnakan tadi…. Kalau belum disempurnakan di sebabkan tugas harian yang terlalu banyak, maka berazamlah untuk besok akan kita sempurnakan dulu kewajipan keatas diri kita dahulu sebelum kita sempurnakan tugasan yang mungkin penting dari sudut duniawi sahaja… Alangkah ruginya kita mengabaikan kepentinggan diri kita sendiri seolah olah seperti pepatah “ kera di hutan disusukan, anak dirumah mati kelaparan”

2. Disaat kita tercari-cari kebahagian dunia yang entah di mana letaknya… dan tertanya-tanya siapa yang menyimpanya. Aku percaya, tiada jawapanya … sebab kebahagian itu bukan terletaknya dimana-mana atau di simpan oleh siapa-siapa, kebahagian itu kepunyaan Allah s.w.t . Allah akan mencampakkan kebahagian itu kepada sesiapa sahaja yang di kehendakinya.

3. Kebahagiaan bukanlah datang dari wang ringgit. Ramai orang yang beranggapan “ kalau kaya , bahagialah” walaupun kekayaan itu datangnya dari sumber yang tak di benarkan syarak… Tersalah anggapan itulah maka terjadinya pecah amana, rasuah, zalim, malah ada yang sanggup menghalalkan darah sesama muslimin. Sesudah mereka mendapat apa yang mereka hajati, hati mereka merasakan masih belum bahagia. Dalam fikiran dan nulari mereka berkata “ ini belum cukup ni, aku mesti dapatkan yang itu pula “ dan persoalan itu tidak akan habis sampai bila-bila, sebab yang sebenarnya , yang di carinya adalah kebahagiaan dan bukannya kekayaan. Bukankah mencari kekayaan bersama keredhaan Allah itu lebih indah dan bersamanya adalah kebahagia.

4. Adakah kebahagian itu datang apa bila kita mempunyai ramai kenalan dan diri kita seorang yang berpegaruh(kuasa) ? Rasanya kehebatan kita di mata masyarakat itu tidak akan mampu melahirkan rasa bahagia dalam kehidupan sementara ini… kebanyakkan(bukan semua) orang hanya menghormati pangkat dan pegaruh yang kita ada, bukan mereka menghormati diri kita yang sebenarnya… jika itu menjadi pengukur kebahagian , maka kebahagian(kononnya) itu akan hilang dan akan terus hilang seiring dengan lunturnya pengaruh pangkat dan kuasa itu… dan akhirnya kita tak ubah seperti orang tua yang bertongkat dan sedang berjalan di tepi lebuh raya PLUS di dalam panas terik untuk mencari penipu-penipunya.


5. Firman Allah SWT :



Maksudnya:“Tidaklah Aku jadikan jin dan manusia, kecuali agar mereka beribadah kepada Ku”
(Az-Zariyat: 56)

Dengan firman Allah ini, jelaslah sebenarnya ramai di antara kita yang sudah terpedaya dengan kehidupan dunia yang sementara ini. Ada yang menyimpang terus dari tujuan sebenar Allah ciptakan manusia. Tujuan sebenar Allah SWT menciptakan manusia ialah untuk beribadat kepada-NYA. Dan di situlah jawapan yang dicari-cari tentang kebahagian sejati….


~ Post ini adalah untuk diri aku sendiri dan juga muslimin dan muslimat sebagai peringatan sahaja.. semoga kita tak tergelicir dari tujuan asal kita di ciptakan ~

10/09/2011

Tadahan Doa Seorang Hamba


Di dalam sebuah riwayat, Menceritakan tentang kisah seorang lelaki yang separuh umur bernama Abu Nawas... Sedang duduk bersendirian memerhati suasana matahari yang kian tenggelam di ufuk barat. Suasana itu sungguh indah sehinggakan tidak terlafas dengan kata-kata bertapa indahnya suasana itu. Disaat langgit di hiasi oleh biasan cahaya kuning jungga keemasan, Dia terus dan terus memerhati dengan penuh saksama sehinggalah suasana itu hilang seiringgan dengan tengelamnya matahari di ufuk barat...

Di saat tenggelamnya matahari bersama purdahnya keindahan suasana tadi. Dia yang tidak dapat menahan sebak yang bergelora di dalam hati, akhirnya menitiskan air mata..... Di menangis. Entah mengapa sebak meruntun jiwanya. esakkannya semakin kencang dan tersedu-sedu menahan pilu lalu ditadahnya kedua tangannya"

" Wahai Tuhan, Aku tidak layak kesyurga-Mu "
" Namun tak pula, Aku sanggap keneraka-Mu "
" Ampunkanlah segala dosa aku , terimalah taubat ku "
" Sesungguhnya, Engkaulah Maha penggampun dosa-dosa besar "

" Dosa-dosaku bagaikan pepasir dipantai "
" Dengan rahmat-Mu, ampunkan aku, Oh Tuhan ku"
" Dan usiaku berkurang setiap hari "
" Dan dosaku bertambah setiap masa "

" Tuhan ku, hamba-Mu yang sering melakukan maksiat telah datang kepada-MU"
" Sentiasa berbuat dosa dan sesungguhnya telah berdoa kepada-MU "
" Jika engkau ampunkan, maka itu Hak-MU "
" Jika Engkau tinggalkan, kepada siapa lagi yang hendak aku harapkan seperti-MU "

Itulah ( I'tiraf ) pengakuan seorang hamba Allah s.w.t di saat dia menyedari yang usianya kian menghampiri senja. Sudah pasti jemputan Allah s.w.t untuk kembali akan datang bila-bila masa sahaja. Di saat Allah memanggil, Di saat itu juga Izrail akan datang menjemput. Ya ALLAH... alangkah dekatnya kematian itu...

" Bila Izrail, datang memanggil, jasad terbujur di pembaringgan "
" Seluruh tubuh akan mengigil, terbujur badan yang kedingginan "
" Tiada lagi gunanya harta, kawan karib, sanak saudara "

" Jikalah ada amal di dunia, itulah hanya pembela kita "

Di saat Matahari kian tenggelam, dia sedar bahawa hidupnya di dunia akan seperti itu juga. Alangkah ruginya kita kerana sedikit pun tak terdedit di hati sanubari kita untuk melihat dan merenung tanda-tanda kebesaran Allah s.w.t apatah lagi mengambil ibrah daripada setiap apa yang berlaku di sekeliling kita. Alangkah malangnya diri...

Lihatlah di saat matahari kian terbenam... tidak sedikitpun ia menderhaka kepada masa, apa bila masanya sudah tiba maka tenggelamlah ia bersama cahayanya yang indah itu... Kemungkinan itu lah detik yang mencemaskan kepada sang pencinta dunia. dan detik yang indah kepada sang pencinta penciptanya... Namun dizaman sekarang masih ramai yang terlena di buai keindahan dunia yang sementara , seolah-olah masa sudah di kunci dan di simpul rapi dengan harapan tidak akan berlalu lagi hari-hari yang pastinya memusnahkan cinta nafsu pada dunia yang di cipta Ilahi....

(al-imran 3:190-191) "Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi dan silih bergantinya siang malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal, (iaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): "Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka."

Sahabatku, diberitakan ketika surah Ali ‘Imran 191 itu diturunkan, Rasulullah saw telah menangis. Ketika Sayidina Bilal bertanya, “mengapa kau menangis ya Rasulullah?”Rasulullah saw bersabda yang mafhumnya. “celakalah wahai Bilal mereka yang membaca ayat ini tetapi tidak memikirkan makna dan tuntutannya.”