
2. Musafir itu mengambil sekeping roti kering lalu di basahkannya dengan air sungai yang lalu di depannya . dan dia makan roti itu dan meminum air dari sungai itu. lalu satu expresi yang luar biasa keluar dari si Musafir itu, "Alhamdulillah " di ucapnya.
3. Si Raja tadi keharainan dengan expresi riaksi yang di tunjukkan oleh si Musafir tadi , dalam hatinya berkata " Nikmat apa yang dia dapat hinggap terpancar reaksi sedemikian rupa " Lalu si Raji tadi meminta pengawal memanggil si Musafir itu.
4. Di musafir itu pun sengadap Raja itu dan Raja itu menayanya soalan ingin tahu seperti apa yang terdetik di hatinya tadi, Raja itu pun soal kepada Si Musafir itu. " Kamu tak ada rumah, Makan pun roti kering, minum pun air dari air sungai, apa yang bermain di fikiran kamu sehinggakan kamu dapat mengexpresikan syukur itu dalam bentuk seperti itu ? "
5. Si Musafir itu pun menjawab " Wahai Raja, kalau tuan Raja makan dan makanan itu tidak boleh masuk kedalam di sebabkan sangkut kecuali dengan air, dan air itu Tuan tidak boleh dapat kecuali dengan harga separuh kerajaan Tuan punya. Adakah Tuan akan membeli air itu dengan separuh kerajaan Tuan ? Raja itu menjawab " Ya , takkan aku akan biarkan makanan sangkut di sini "
6. Si Musafir itu menambah lagi, " Wahai Raja , kalau air yang di minum itu tak boleh keluar kecuali di beli dengan separuh lagi kerajaan Tuan, adakah Tuan akan membelinya ? Raja itu menjawab " Ya, sapa yang nak tahan sakit dari air yang tak boleh keluar itu "
7. Kata musafir itu, " Kalau begitu, kekayaan Tuan kalau nak di bandingkan dengan segelas air dan nikmat buat air belum memadai. Saya mendapat naugan free, dapat air free, dapat roti, Bukankah itu sebesar-besar yang Allah bagi ?
8. Orang yang kaya bukan pada harta, tapi pada hatinya, sentiasa bersyukur di atas nikmat pemberian-NYA.
Cerita di petik dari cerita Habib Ali Zainal Abidin.
Comments