11/08/2011

Detik - Detik Pemergian Rasulullah S.A.W


Pagi itu, walaupun langit telah mulai menguning, burung-burung gurun enggan mengepakkan sayapnya.

Pagi itu.. Rasullullah dengan suara terbatas memberi khutbah terakhirnya..

" Wahai umatku, kita semua ada dalam kekuasaan Allah dan cinta kasih-Nya. Maka taati dan bertakwalah kepada-Nya.. "

"Kuwariskan dua perkara pada kalian, Al-Quran dan Sunnahku.., barang siapa mencintai sunnahku nererti mencintai aku dan kelak orang-orang yang mencintaiku akan masuk syurga bersama-sama aku"

Khutbah singkat itu diakhiri dengan pandangan mata Rasullullah yang tenang dan penuh minat menatap sahabatnya satu persatu..

Abu Bakar menatap mata itu dengan berkaca-kaca...
Umar dadanya naik turun menahan nafas dan tangisnya...
Usman menghela nafas panjang...
Ali menundukkan kepalanya dalam-dalam...

Isyarat itu telah datang, saatnya sudah tiba..

" Rasullullah akan meninggalkan kita semua " keluh hati semua sahabat kala itu..

Manusia tercinta itu hampir selesai menunaikan tugasnya di dunia ini.. tanda-tanda itu semakin kuat.. Ali dan Fadhal dengan cergas menangkap Rasullullah yang berkeadaan lemah dan goyang ketika turun dari mimbar.. Disaat itu, kalau mampu seluruh sahabat yang hadir di sana pasti akan menahan detik-detik berlalu..

Matahari kian tinggi, tapi pintu rumah Rasullullah masih tertutup...

Sedang di dalamnya. Rasulullah sedang terbaring lemah dengan keningnya yang berkeringat dan membasahi pelepah kurma yang menjadi alas tidurnya...

Tiba-tiba dari luar pintu terdengar seorang yang berseru mengucapkan salam.
" Bolehkah saya masuk ? " Tanyanya...

Tetapi Fatimah tidak mengizinkannya masuk, " Maaflah , ayahku sedang demam " Kata Fatimah yang membalikkan badan dan menutup daun pintu. Kemudian ia kembali menemani ayahnya yang ternya sudah membuka mata dan bertanya pada Fatimah,

" Siapakah itu wahai anakku ? "

" Tak tahulah ayahku, orang sepertinya baru sekali ini aku melihatnya " tutur Fatimah lembut.

Lalu Rasulullah menatap puterinya itu dengan pandangan yang mengetarkan, seolah-olah bahagian demi bahagian wajah anaknya itu hendak dikenang.

" Ketahuilah , dialah yang menghapuskan kenikmatan sementara, dialah yang memisahkan pertemuan di dunia. Dialah malaikatul maut " kata Rasulullah..

Fatimah pun menahan ledakkan tangisanya...

Malaikat maut datang menghampiri, tapi Rasulullah menanyakan kenapa jibril tidak ikut sama menyertainya.. Kemudian dipanggilah Jibril yang sebelumnya sudah bersiap di atas langit dunia menyambut ruh kekasih Allah dan penghulu dunia ini.

" Jibril, jelaskan apa hakku nanti di hadapan Allah ? " Tanya Rasulullah dengan suara yang amat lemah..

" Pintu-pintu langit telah terbuka, para malaikat telah menanti rohmu. Semua syurga terbuka lebar menanti kedatangganmu " kata jibril

Tapi itu ternyata tidak membuatkan Rasulullah lega, matanya masih penuh kecemasan.

" Engkau tidak senang mendengar khabar ini ? " tanya Jibril lagi..

" Khabarkan kepadaku, bagaimana basib umatku kelak ? "

" Jangan khuatir wahai Rasul Allah, aku pernah mendengar Allah berfirman kepadaku: " Kuharamkan syurga bagi siapa saja, kecuali umat Muhammad telah berada di dalamnya," Kata Jibril..

Detik-detik semakin dekat, saatnya Izrail melakukan tugas... Perlahan roh Rasulullah ditarik, Nampak seluruh tubuh Rasulullah bersimbah peluh, Urat-urat lehernya menegang.

" Jibril, betapa sakit sakaratul maut ini " perlahan Rasulullah mengadu...

Fatimah terpejam...Ali yang di sampingnya menunduk semakin dalam dan Jibril memalingkan muka...

" Jijikkah kau melihatku, hingga kau palingkan wajahmu Jibril ? " Tanya Rasulullah pada Malaikat pengantar wahyu itu...

" Siapakah Yang sanggup ,melihat kekasih Allah direnggut ajal " kata Jibril..

Sebentar kemudia terdengar Rasulullah Memekik kerana sakit yang tidak tertahan lagi.

" Ya Allah !! Dahsyat nian maut ini, timpakan saja semua siksa maut ini kepadaku, jangan pada umatku "

Badan Rasulullah mulai dingin, kaki dan dadanya sudah tidak bergerak lagi. Bibirnya bergetar seakan hendak membisikkan sesuatu..

Ali segera mendekatkan telinganya .. " Uushiikum bis shalati, wa maa malakat aimanuku," peliharalah shalat dan peliharalah orang-orang lemah di antaramu...

Di luar pintu tangis mulai terdengar bersahutan, sahabat saling berpelukan..

Fatimah menutupkan tangan di wajahnya, dan Ali kembali mendekatkan telinganya ke bibir Rasulullah yang mulai kebiruan...

" Ummatii.. Ummatii.. Ummatii... " Umatku.... Umatku... Umatku...

Berakhirlah hidup manusia mulia yang memberi sinaran itu..

Allahumma sholli 'ala Muhammad

wa baarik wa salim 'alaih..

Bertapa cintanya Rasulullah s.a.w kepada Ummatnya....




No comments: